Bulan: Agustus 2017

6 Langkah Bijak Jual Beli Tanah Guna Menghindari Penipuan

Tempat tinggal tidak bisa dipungkiri menjadi satu kebutuhan yang bersifat mutlak. Keperluan papan ini semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk yang bermukim di perkotaan. Adapun beberapa faktor yang melatarbelakangi hal ini ialah karena alasan pekerjaan dimana kota besar dianggap sebagai area yang menjanjikan lapangan kerja memadai.

6 Langkah Bijak Jual Beli Tanah Guna Menghindari Penipuan

Di saat banyak orang mengadu nasib untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah, keberadaan lahan pun menjadi indikator yang turut diperhitungkan. Tak hanya digunakan sebagai area untuk mendirikan pemukiman, pertokoan, tempat hiburan hingga pembangunan sarana untuk umum, tanah juga menjadi aset yang sangat berharga. Untuk itulah jual beli tanah menjadi hal yang sangat familiar.

Namun, tidak banyak orang mengetahui prosedur yang baik seperti apa. Mereka hanya menjalankan transaksi sesuai dengan pemahamannya. Padahal, entah itu menjual ataupun membeli tanah tidaklah sama dengan penjualan pada barang biasa.

Ciri fisik tidak cukup untuk membuktikan bahwa tanah tersebut telah berpindah pemilik yang sah. Jadi, tidak sekedar dinyatakan dengan kuitansi, dokumen penting yang serupa pun harus diurus hingga benar-benar rampung.

Nah, bagi anda yang berniat melakukan transaksi jual beli tanah, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan agar terhindar dari penipuan.

1. Menyiapkan persyaratan

Isi dari ketentuan yang sifatnya wajib dipenuhi ini tak lain adalah dokumen yang lengkap. Bertujuan untuk memudahkan pembeli dan penjual dalam merampungkan proses administrasi.

a. Penjual

  • Sertifikat asli hak milik atas tanah yang dijual.
  • Kartu tanda penduduk.
  • Bukti atau kuitansi pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan.
  • Surat Persetujuan dari Suami/Istri bagi yang sudah berkeluarga (bisa memakai akta kematian kalau sudah meninggal).
  • Kartu keluarga

b. Pembeli

  • KTP
  • KK

2. Mendatangi Kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah

Apabila berkas di atas sudah dilengkapi, calon pemilik serta penjual bisa mengunjungi PPAT untuk segera membuat akta jual beli tanah. Tunjukkan dokumen serta surat yang anda siapkan sebelumnya. Berikan juga keterangan terperinci jika memang ada hal yang mesti anda jelaskan kepada PPAT.

PPAT sendiri merupakan pejabat umum yang diangkat oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan bekerja menangani masalah seputar jual beli tanah serta semacamnya.

a. Verifikasi

  1. PPAT akan menguji kebenaran sertifikat ke kantor BPN. Dengan kewenangan yang didasarkan pada pasal 34 PP No. 24 Tahun 1997, lembaga ini akan memeriksa keaslian sertifikat berbekal pada peta pendaftaran. Demikian juga dengan dafar tanah, surat ukur, serta buku tanah.
  2. Urusan berkaitan dengan Pajak Penghasilan (PPh) harus secepat mungkin dibereskan oleh penjual, terutama jika tanah dihargai di atas enam puluh juta rupiah. Pembayaran bisa dilakukan melalui bank yang ditunjuk.
  3. Ada surat kesepakatan yang memberitahukan bahwa setelah tanah berpindah tangan kepada pemilik yang sah, tidak akan ada pengakuan atau klaim tanah melebihi batas yang telah ditentukan.
  4. Keterangan atau pernyataan yang berisi jika tanah bukanlah lahan sengketa.
  5. PPAT akan menolak jual beli tanah yang tersangkut permasalahan.

b. Tahap selanjutnya

  1. Jual beli tanah disertai dengan dua orang yakni penjual dan pembeli dengan surat kuasa tertulis sebagai dokumennya
  2. Sekurang-kurangnya hadir 2 orang saksi di tempat.
  3. Pejabat yang bertugas akan membacakan maksud pembuatan akta
  4. Jika persetujuan antara penjual, pembeli, PPAT, serta saksi-saksi telah menemui titik terang, maka keempat pihak tersebut akan menandatangani kesepakatan yang dibuat.
  5. Dibuat dua akta asli. Satu disimpan di Kantor PPAT dan lebar lain disampaikan ke Kantor BPN untuk keperluan pendaftaran balik nama. Kemudian penjual dan pembeli akan memperoleh salinannya masing-masing.

Selepas urusan di atas beres, Pejabat Pembuat Akta Tanah akan memperlihatkan berkas dan menyampaikan AJB ke kantor BPN untuk proses balik nama. Adapun penyerahan dalam jual beli tanah ini selambat-lambatnya tujuh hari sejak ditandatanganinya akta tersebut.

Untuk berkas yang diperlukan, berikut sederet rinciannya :

  • Surat permohonan balik nama yang dibubuhi dengan paraf dari pembeli.
  • AJB dari PPAT
  • Sertifikat hak bahwa tanah telah terjual
  • KTP pembeli dan penjual
  • Bukti pelunasan pembayaran Pajak Penghasilan (PPh)
  • Tanda telah dilunasinya tanggungan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan

Penyerahan dokumen ke BPN akan dibarengi dengan tindakan dari Badan Pertanahan Nasional yang menerima tanda penerimaan permohonan balik nama kepada PPAT dan akan ditujukan kepada pembeli.

Nama pemegang hak lama di dalam buku tanah dan sertifikat akan diganti dengan tinta hitam dan ditandatangani oleh Kepala BPN atau Pejabat yang ditunjuk. Sedangkan pemilik yang baru akan ditulis di halaman yang ada pada buku tanah dan sertifikat ditambah dengan tanggal pencatatan dan disetujui oleh Kepala Kantor BPN atau pejabat yang diberi wewenang.

Anda bisa mengambilnya dalam waktu empat belas hari.

{ Comments are closed }

Jual Tanah Di Kota Besar

Kebutuhan akan papan semakin besar. Hal ini terbukti dari banyaknya lahan-lahan pertanian yang kini disulap menjadi pemukiman. Bertambahnya jumlah penduduk setiap tahun juga menjadi salah satu penyebab mengapa kawasan untuk bercocok tanam serta penghijauan makin gencar dicanangkan oleh pemerintah.

Meski peningkatan angka kelahiran berusaha ditekan dengan program keluarga berencana, nyatanya keperluan primer berupa tempat tinggal masih menjadi kendala tersendiri.

Jual Tanah Di Kota Besar

Terutama di daerah yang padat penduduk yang notabene selain dijadikan sebagai hunian juga dipenuhi dengan gedung perkantoran, perbelanjaan, dan sarana hiburan. Tak heran jika harga jual tanah di kota besar merangkak naik seiring dengan berjalannya waktu.

Meledaknya jumlah penduduk di Indonesia dan negara berkembang lainnya memang secara tidak langsung menciptakan tatanan kehidupan sosial yang sebagian besar diperankan oleh kalangan menengah ke bawah. Dimana dengan pendapatan perkapita yang rendah mereka diharuskan bisa bertahan hidup.

Menilik realita di atas, prosesi jual tanah di kota besar pun tak semudah yang dibayangkan. Anda harus melalui serangkaian prosedur demi bisa menjadi pemilik yang sah. Hal inilah yang terkadang memakan waktu hingga berhari-hari lamanya. Namun dengan panduan yang telah Anda kuasai dari sejumlah referensi dan bantuan petugas setempat, tanah yang rencananya Anda beli akan terhindar dari percaloan atau ulah oknum yang nakal.

Nah, bagi Anda yang memiliki planning untuk membeli tanah, berikut sederet kriteria yang mesti Anda lunasi.

1. Lokasi

Jika Anda bermaksud mendirikan tempat tinggal di atasnya, maka pertimbangkan lagi dengan jarak antara rumah dengan area Anda bekerja. Sebisa mungkin usahakan Anda tidak memerlukan waktu tempuh yang menguras tenaga. Di samping boros untuk transport, Anda pun berpotensi mengalami kelelahan.

Lain halnya jika keduanya berdekatan. Anda punya waktu yang efisien dan mudah dalam melancarkan aktivitas keseharian.

Apabila Anda berkeinginan membuka toko, rumah makan, atau dijadikan kawasan berdagang. Cobalah temui agen jual tanah di kota besar yang strategis.

2. Harga

Inilah patokan kedua yang harus anda pikirkan. Harga tanah di kota besar tidaklah murah. Terlebih jika dekat dengan daerah pusat kegiatan, Anda harus menyiapkan budget yang tidak sedikit. Sedangkan bagi Anda yang berniat untuk menjualnya, mengikuti berita seputar harga tanah per meternya melalui internet atau sumber akurat bisa menjadi acuan.

Banderol ini juga didasarkan pada kualitas dan bangunan yang ada di sekitarnya.

3. Informasi yang detail

Jual tanah di kota besar selain rawan penipuan juga resikonya tinggi. Maka ada baiknya jika Anda melakukan konsultasi dengan calon pembeli atau pemiliknya. Lewat komunikasi ini tentu akan didapat jalan tengah dan kemauan yang diharapkan cocok untuk keduanya. Jangan sampai terjebak perangkap orang tidak bertanggung jawab. Alih-alih ingin menambah aset di masa depan, kerugian justru menghampiri Anda.

4. Status kepemilikan

Periksa sertifikat serta berkas lain berkaitan dengan tanah yang akan anda bayar. Sebelum ada perjanjian hitam di atas putih. sebab bukan tidak mungkin sertifikasi sengaja dipalsukan. Baca dengan jeli, sehingga Anda memahami dengan betul apa-apa yang tertera di dalamnya. Jika Anda berniat untuk mengubah kepemilikan, maka Anda pun harus menyiapan dokumen yang diperlukan untuk kemudian di bawa ke petugas pembuat akta dan Badan Pertanahan Nasional.

Jual tanah di kota besar juga harus ditilik dari struktur tanahnya. Hindari tanah yang labil, rawan banjir, longsor, dan semacamnya. Selain dirugikan secara materi, kenyamanan Anda pun akan terusik.

Harga tanah yang ada disebelah stasiun, pintu tol, atau sarana hiburan tentu berbeda dengan yang letaknya agak di pedalaman. Mengingat penentuan harga lahan yang cenderung ribet, penjual pun rela menyewa jasa apprasier untuk membuat taksiran harga.

Di lansir dari situs Rumahku.com, berikut adalah harga tanah di Jakarta per meternya dari masing-masing regional sepanjang akhir 2014 sampai hingga sekarang.

1. Jakarta Barat

Tanah di perumahan elite masih terbilang tinggi. Tarif yang disuguhkan pun bervariasi. Untuk daerah Kaml, Srengseng, Meruya Utara, Semanan, dan Kalideres berada di kisaran Rp 6 juta hingga 8 juta.

2. Jakarta Pusat

Melemahnya sektor properti dan kurs rupiah terhadap dolar AS nampaknya berimbas pada jual tanah di kota besar Jakarta. Khusus di Jakpus yang tergolong tinggi. akibatnya, jarang sekali transaksi yang terjadi di sini, terkecuali di Menteng dengan harga Rp 55 juta per meter.

3. Jakarta Selatan

Cipete tercatat sebagai peraih ranking dengan jual beli tertinggi yakni dengan angka Rp 21,6 juta setiap meternya. Adapun wilayah lain yang menjadi incaran adalah Jagakarsa, Pejaten Barat, Kebayoran Baru, dan Bintaro.

4. Jakarta Utara

Ini juga menjadi sasaran selain Jakpus dan Cipete, bangunan elite yang sengaja didirikan ini menjadi pemicunya. Misal Kelapa Gading, yang belum juga tergeser meski langganan banjir.

Demikian sekilas info jual tanah di kota besar. Semoga menginspirasi.

{ Comments are closed }

Mengenal Prosedur Jual Beli Tanah Yang Benar

Tanah tak bisa dipungkiri merupakan elemen penting dan sangat berharga. Terlebih kalau letaknya dengan pusat kota. Harga yang ditawarkan untuk lahan tersebut tentu jauh lebih mahal ketimbang area yang terletak di pinggiran atau daerah pedalaman.

Mengenal Prosedur Jual Beli Tanah Yang Benar

Jika pada daerah lahan yang subur atau center dari agraris tanah sering digunakan menjadi daerah untuk bercocok tanam, maka lain halnya dengan perkotaan yang lebih banyak memfungsikan tanah sebagai tempat berdirinya fasilitas umum, sarana hiburan, apartemen, mall, hingga bangunan lain yang bernilai investasi tinggi.

Menilik peluang yang begitu menjanjikan, bukan hal yang asing lagi jika proses jual beli tanah menjadi hal yang sangat kompleks dan memerlukan perhitungan sangat matang. Tak hanya bicara soal budget yang fantastis, kemungkinan untuk termakan omongan oknum tidak bertanggung jawab pun mengincar siapa saja.

Patokan yang dipasang memang berbeda, tergantung pada posisi, tingkat kesuburan, dan keterjangkauan yang dimiliki. Di samping itu, pembelian tanah juga berkaitan erat dengan hukum. Maka ada baiknya jika Anda memperhatikan secara detail kelengkapan surat yang dimiliki oleh pemilik sebelumnya. Jangan sampai tanah yang Anda beli merupakan tanah sengketa dan semakin memperumit masalah yang ada.

Nah, bagi Anda yang berencana untuk menambah luas tanah Anda, berikut rangkaian jual beli tanah yang mesti Anda kenali dengan baik.

1. Menyiapkan persyaratan

Syarat yang mutlak dipenuhi adalah dokumen yang sudah lengkap.

a. Penjual

  • Sertifikat asli hak milik atas tanah yang dijual.
  • Kartu tanda penduduk.
  • Bukti atau kuitansi pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan.
  • Surat Persetujuan Suami/Istri bagi yang sudah berkeluarga (bisa memakai akta kematian kalau sudah meninggal).
  • Kartu keluarga

b. Pembeli

  • KTP
  • KK

2. Mendatangi Kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah

Jika dokumen di atas sudah bisa terpenuhi, calon pemilik serta penjual harus berujung ke PPAT guna membuat akta jual beli tanah sembari menunjukkan berkas yang telah disiapkan sebelumnya. PPAT sendiri merupakan pejabat umum yang diangkat oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN).

a. Langkah awal

  • PPAT akan melakukan pemeriksaan mengenal keaslian sertifikat ke kantor BPN. Sesuai Pasal 34 PP No. 24 Tahun 1997, lembaga ini akan mengecek legalitas sertifikat berdasarkan peta pendaftaran. Daftar tanah, surat ukur, dan buku tanah.
  • Penjual diharuskan membereskan Pajak Penghasilan (PPh) apabila harga jual tanah di atas enam puluh juta rupiah. Pembayaran biasanya di Bank yang telah ditunjuk.
  • Disepakati juga perjanjian yang menginformasikan bahwa setelah pembeli menjadi pemilik yang sah, ia tidak akan mengakui atau mengklaim tanah melebihi batas yang telah ditentukan.
  • Surat pernyataan bahwa tanah tidak diperebutkan.
  • PPAT menolak apabila lahan yang akan diperjualbelikan dalam masalah.

b. Tahap selanjutnya

  • Jual beli tanah juga dibarengi dengan kedatangan dua orang yakni penjual dan pembeli dengan bukti surat kuasa yang tertulis
  • Akta akan dibuat bila telah hadir sekurang-kurangnya dua orang saksi.
  • Pejabat yang bertugas membacakan isi dan maksud pembuatan akta.
  • Jika sudah mencapai kesepakatan yang bulat, maka penjual, PPAT, saksi-saksi, dan calon pembeli akan bertanda tangan.
  • Dibuat dua akta asli. Satu disimpan di Kantor PPAT dan lebar lain disampaikan ke Kantor BPN untuk keperluan pendaftaran balik nama.
  • Kemudian penjual dan pembeli akan memperoleh salinannya masing-masing.

Seusai urusan tersebut terselesaikan, Pejabat Pembuat Akta Tanah akan menyampaikan berkas AJB ke Kantor BPN untuk dibalik namanya. Adapun penyerahan dalam jual beli tanah ini selambat-lambatnya tujuh hari sejak ditandatanganinya akta tersebut.

Untuk berkas yang dibutuhkan, ialah sebagai berikut :

  1. Surat permohonan balik nama yang dibubuhi dengan paraf dari pembeli.
  2. AJB dari PPAT
  3. Sertifikat hak bahwa tanah telah terjual
  4. KTP pembeli dan penjual
  5. Bukti pelunasan pembayaran Pajak Penghasilan (PPh)
  6. Tanda telah dilunasinya tanggungan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan

Jika dokumen tersebut sudah diserahkan ke BPN, maka pihak Badan Pertanahan Nasional akan memberi tanda bukti penerimaan permohonan balik nama kepada PPAT yang nantinya ditujukan kepada pembeli.

Nama pemegang hak lama di dalam buku tanah dan sertifikat akan dicoret dengan tinta hitam dan di paraf oleh Kepala BPN atau Pejabat yang ditunjuk. Sedangkan pemilik yang baru akan ditulis di halaman yang ada pada buku tanah dan sertifikat ditambah dengan tanggal pencatatan dan disetujui oleh Kepala Kantor BPN atau pejabat yang ditunjuk.

Anda bisa mengambilnya dalam waktu empat belas hari.

Bagaimana? Sudah tidak bingung lagi kan dengan tata cara jual beli tanah yang benar? Lakukan survei terlebih dahulu dan berkonsultasi dengan penjual merupakan tindakan efektif untuk mencegah terjadinya percaloan atau penipuan berkedok lahan.

Semoga bermanfaat dan dapat membantu Anda.

{ Comments are closed }

Perhatikan Dan Lakukan Cara Berikut Agar Menemukan Agen Property Professional Dan Terpercaya

Beberapa orang mungkin menganggap bahwa agen properti sebagai makelar yang memberikan jasanya untuk meraup keuntungan saja. Ya, memang semua orang melakukan pekerjaan agar memperoleh penghasilan, maka jangan salahkan agen yang bergerak di bidang properti bila mereka menginginkan upah atau persenan.

Cukup banyak kok agen yang profesional dan bertanggung jawab penuh serta layak mendapat upah dari hasil penjualan tanah/rumah/ruko yang Anda miliki.

Agen property professional

Untuk memperoleh agen properti profesional tersebut ada beberapa hal yang harus Anda lakukan, yakni sebagai berikut :

1. Siapkan Interview

Lakukan interview kepada beberapa calon agen yang akan mengurusi jual beli properti Anda. Interview tersebut seperti interview pekerjaan pada umumnya, jangan terlalu santai, berilah pertanyaan-pertanyaan yang spesifik.

Misalnya menanyakan pengalaman pekerjaan, pengalamannya dalam menangani jual beli properti sebelumnya, prestasi yang ia raih dalam penjualan properti, dan pertanyaan lain yang bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan Anda.

Dari kegiatan interviee tersebut pula Anda bisa membaca postur tubuhnya, gaya bahasa saat komunikasi, serta ketanggapan saat menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Anda.

2. Cari Tahu Profil Calon Agen

Anda bisa mencari tahu informasi melalui akun sosial media calon agen properti yang akan Anda pilih. Dengan facebook, twitter, instagram dan sebagainya, Anda akan mendapat informasi tentang pekerjaan mereka. Setidaknya ada sedikit gambaran.

Cari tahu bagaimana cara mereka memasarkan properti, apakah dengan cara yang efektif atau dengan cara yang ribet dan tidak profesional.

3. Lihat Reputasi

Untuk mencari agen terpercaya, langkah selanjutnya ialah mengetahui reputasi mereka. Jika agen tersebut tergabung dalam suatu perusahaan agensi ternama, tentu mereka bersifat resmi dan telah memiliki prestasi. Cari tahu penghargaan-penghargaan yang pernah mereka dapatkan dari penjualan properti.

Saat mencari agen real estate yang bisa dipercaya, hal pertama yang harus diperhatikan adalah reputasi mereka, lisensi dan penghargaan lain yang telah dimiliki oleh kantor agensi tersebut.

4. Minta Referensi dari klien-klien sebelum Anda

Baik pembeli ataupun penjual property, alangkah lebih baiknya meminta referensi tertulis mengenai agen dari klien-klien sebelumnya. Anda bisa menanyakan kepada klien-klien sebelum Anda apakah agen property tersebut bekerja dengan baik dan professional atau sebaliknya.

Hal lain yang harus Anda perhatikan ialah perkataan dari agen property, Anda jangan dulu terbuai dengan kalimat dari agensi seperti berikut ini :

1. “Saya menemukan pembeli untuk rumah Anda”

Jangan dulu percaya saat agen mengatakan kalimat tersebut lewat sms atau telepon, itu merupakan strateegi mereka agar Anda lebih percaya pada agensi tersebut. jika benar-benar ada yang membeli rumah Anda pasti agen jual beli tersebut akan datang langsung menemui Anda, bukan hanya lewat teks semata.

2. “Jika rumah Anda tidak terjual, saya akan membelinya”

Kalimat tersebut merupakan taktik dari para agen property, mereka akan menawarkan untuk membeli rumah/ruko/tanah Anda apabila property tersebut tak terjual. Meskipun hal ini tak sepenuhnya berbohong tapi ini bukanlah alasan yang tepat untuk memilih agen tersebut.

Bahkan bisa saja harga property yang ingin Anda jual dengan harga tinggi menjadi terjual harga rendah karena dibeli oleh agen tersebut. Hal ini tentu merugikan Anda sebagai penjual property.

3. “Harga ini bisa membuat para calon pembeli perang harga”

Perang harga adalah saat para calon pembeli bersaing untuk mengajukan harga terbaik, sama halnya dengan lelang. Kondisi tersebut memungkinkan harga property terus melonjak bahkan bisa sampai melebihi harga pasar.
Namun hal tersebut juga jarang terjadi khususnya dalam hal penjualan property.

Taktik tersebut bisa membuat harga property yang ditawarkan malah di bawah harga sesungguhnya. Tentunya langkah ini sangat beresiko bila para calon pembeli tidak ada yang berani menawar harga yang sesuai dengan keinginan penjual.

4. Ketika agen mengatakan “Saya yang paling baik”

Setiap daerah memiliki sedikitnya lima agen property terkenal dan agen tersebut tentunya yang paling diincar oleh konsumen. Namun dengan terkenalnya mereka, maka semakin banyak pula klien yang mereka tangani. Dengan banyaknya klien, memungkinkan agen tersebut tidak hanya focus menangani property Anda saja.

Bahkan bisa saja bukan mereka yang menangani secara langsung, namun asistennya. Padahal sebelumnya Anda menginginkan agar property Anda ditangani oleh agen terkenal itu.

Dari informasi di atas Anda bisa tahu bagaimana cara memilih agen property yang terbaik, professional, dan dapat bekerja dengan efektif efisien. Jangan terkecoh dengan perkataan-perkataan yang sudah ada di atas, cermati dahulu, jangan mudah percaya. Abaikan saja semua janji yang pernah disampaikan para calon agen yang menjualkan property Anda.

Tanyakan kepada orang-orang yang pernah menggunakan agen jual beli agar Anda bisa tahu mana agensi yang dapat dipercaya serta professional dalam menangani jual beli property.

{ Comments are closed }