Tanah adalah kebutuhan bagi semua lapisan masyarakat. Dengan memiliki tanah maka Anda tidak hanya bisa menjadikannya sebagai simpanan harta namun Anda juga bisa memanfaatkannya sebagai investasi di masa depan.

Semakin banyaknya masyarakat maka tentunya akan semakin banyak pula lahan tanah yang dibutuhkan untuk membuat rumah sehingga dengan demikian tentunya harga tanah ini bukannya semakin menurun, namun justru bisa semakin naik.

Kiat Melakukan Jual Beli Tanah Dengan Aman

Oleh karena itu bisnis dalam bidang jual beli tanah dan properti adalah bisnis yang menguntungkan, namun tentunya jika tidak dilakukan dengan cara yang benar maka bisnis jual beli tanah dan properti bisa memberikan hasil yang lambat, karena Anda mungkin tidak tahu bagaimana caranya mengelola tanah atau properti yang hendak Anda jual ke orang lain.

Berkaitan dengan jual beli tanah maka sebaiknya sebelum Anda melakukannya maka Anda harus mengetahui terlebih dulu apa saja syaratnya dan bagaimana prosedur yang baik. Karena berkaitan dengan uang dalam jumlah yang banyak maka tentunya Anda harus berhati-hati dalam hal jual beli tanah jika Anda tidak ingin rugi.

Baik bagi pihak pembeli atau penjual harus memiliki kesamaan tujuan sehingga dengan demikian tidak ada yang saling merugikan. Kedua belah pihak sudah tentu harus menerima keuntungan yang imbang, barulah bisa dikatakan sebagai jual beli tanah yang adil bagi pembeli maupun penjualnya.

Sebagai pembeli Anda harus merasa puas karena mendapatkan tanah yang sesuai dengan keinginan Anda, di sisi lain penjual juga merasa senang karena berhasil menjual tanahnya dengan harga yang juga sesuai dengan keinginannya.

Namun tentunya melakukan jual beli tanah itu tidak semudah yang Anda bayangkan, Anda harus melakukan riset dan melakukan berbagai macam prosedur sehingga dengan demikian kegiatan jual beli tanah yang dilakukan bisa berjalan dengan baik dan aman.

Jika Anda gegabah dan melakukannya dengan tergesa-gesa maka ditakutkan hal itu hanya akan memberikan Anda kerugian dan penyesalan. Oleh karena itu sebelum Anda melakukan jual beli tanah ada baiknya Anda mempelajari kiat jual beli tanah di bawah ini:

Tanah Aman Tanpa Sengketa

Tentunya keamanan serta kenyamanan dari kedua belah pihak maka untuk melakukan jual beli tanah haruslah merupakan tanah yang aman yang tidak terpaut sengketa apapun. Bagi pembeli jika membeli tanah yang bersengketa maka hal itu bisa menyebabkan masalah pada ke depannya.

Misalnya tanah yang Anda beli telah disita oleh Bank sebelumnya, maka nantinya pihak bank akan menghubungi Anda sebagai pemilik baru yang membeli tanah itu dan menuntut karena itu adalah tanah yang disita bank. Anda tentunya akan rugi karena Anda sudah mengeluarkan uang untuk membeli tanah tersebut sementara ternyata tanah tersebut adalah tanah bersengketa yang seharusnya tidak bisa dijual oleh pemiliknya yang terdahulu.

Sedangkan jika Anda sebagai penjual tetap menjual tanah Anda yang masih dalam sengketa maka kelak Anda bisa dituntut tidak hanya oleh Bank namun juga oleh orang yang sudah membeli tanah Anda maka dari itu ada baiknya saat melakukan jual beli tanah, maka tanah tersebut harus aman tanpa adanya sengketa dengan pihak mana pun juga.

Informasi Data Penjual

Sebagai pihak yang menjual tanah Anda tentunya juga harus menyiapkan data diri Anda sebaik mungkin, hal ini dilakukan agar terjadi transaksi yang jujur dan terbuka antara satu sama lain. Data yang perlu diperlihatkan kepada pembeli adalah seputar fotokopi KTP Anda, fotokopi KK, fotokopi buku nikah bagi yang sudah menikah, akta tanah tersebut yang resmi dan sah, bukti adanya pembayaran pajak tanah selama 5 tahun terakhir, NPWP, adanya surat yang membuktikan bahwa suami dan istri sama-sama menyetujui adanya penjualan tanah tersebut, jika pihak yang menjual memang sudah menikah.

Semua surat tersebut ditujukan agar tidak adanya masalah di kemudian hari sehingga dengan demikian proses jual beli tanah bisa berjalan dengan lebih sempurna.

Informasi Data Pembeli

Selain informasi data dari penjual, informasi data pembeli juga harus dilengkapi sebagai berkas yang akan diberikan kepada pihak penjual. Namun tentunya informasi data pembeli adalah informasi yang lebih sedikit daripada informasi data penjual.

Informasi data pembeli berisi tentang data diri pembeli yang resmi sedangkan informasi data penjual juga berkaitan dengan data tanah yang dijualnya. Informasi data pembeli yang dimaksud dalam hal ini adalah fotokopi KTP, NPWP, kartu keluarga dan surat nikah jika pihak pembeli memang sudah menikah.

Dengan adanya keterbukaan dari kedua belah pihak maka dengan demikian pihak pembeli dan penjual bisa melakukan jual beli tanah tanpa adanya kekhawatiran sama sekali. Sering kali terjadi masalah karena tidak adanya keterbukaan dari kedua belah pihak, sekali lagi tentunya jual beli tanah merupakan proses besar sehingga harus hati-hati.

Proses Pembuatan AJB

Setelah pihak penjual dan pembeli mendapatkan kesepakatan atas jual beli tanah tersebut, maka selanjutnya kedua belah pihak harus bersama-sama mengurus AJB. AJB diurus pada kantor PPAT. Kedua belah pihak nantinya harus membayar sejumlah uang sesuai dengan porsinya masing-masing kepada kantor tersebut sebagai salah satu prosedur pengesahan peralihan kepemilikan tanah.

Maka dari itu pembuatan AJB ini sudah tentu harus dihadiri oleh kedua belah pihak yang bersangkutan, jika diwakilkan maka tentunya perwakilannya harus memegang surat kuasa dari pihak yang diwakilkan yang tidak bisa hadir pada proses pembuatan AJB ini.

Namun alangkah baiknya jika kedua belah pihak mengupayakan agar tetap hadir di saat pembuatan AJB Tersebut. Nah, setelah selesai dengan pembuatan AJB, maka selanjutnya pihak penjual dan pembeli juga harus melakukan proses lainnya ke kantor pertanahan. Proses ini berkaitan dengan proses balik nama, sehingga akte tanah tersebut berubah dari pemilik A menjadi ke pemilik B.

Sehingga Ke depannya segala macam urusan mengenai tanah tersebut akan ditanggung oleh pihak B yang merupakan pihak pembeli tanah.

Selalu Waspada Dan Teliti

Pada dasarnya melakukan proses jual beli tanah memang panjang dan melelahkan. Namun Anda tidak boleh lengah dan merasa lelah sedikit pun. Bagaimana pun juga tanah adalah harta yang amat sangat berharga maka dari itu proses jual beli tanah harus dilakukan dengan penuh kesadaran tanpa tekanan dan tanpa masalah.

Pihak penjual sebagai pihak yang memiliki tanah tersebut pada awalnya, tidak boleh terlalu tergesa-gesa atau mendesak pihak pembeli untuk segera membeli tanahnya tersebut, karena tentunya pembeli harus berpikir terlebih dulu untuk dapat benar-benar membeli tanah tersebut.

Maka dari itu sebagaimana mendesaknya pun pihak penjual harus tetap sabar dan mengerti bahwa menjual tanah itu tidak semudah yang dibayangkan. Bagi pihak pembeli pun seberapa butuhnya ia terhadap tanah yang hendak dibelinya maka sebaiknya ia pun tidak terlalu tergesa-gesa agar nantinya tidak menyesal.

Tanah yang dibeli harus benar-benar bersih dari sengketa sehingga tidak akan memberi masalah apapun ke depannya. Kemudian tanah yang dibeli juga harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan dari pihak pembeli dan sesuai dengan ketersediaan dananya.