Kebutuhan akan papan semakin besar. Hal ini terbukti dari banyaknya lahan-lahan pertanian yang kini disulap menjadi pemukiman. Bertambahnya jumlah penduduk setiap tahun juga menjadi salah satu penyebab mengapa kawasan untuk bercocok tanam serta penghijauan makin gencar dicanangkan oleh pemerintah.

Meski peningkatan angka kelahiran berusaha ditekan dengan program keluarga berencana, nyatanya keperluan primer berupa tempat tinggal masih menjadi kendala tersendiri.

Jual Tanah Di Kota Besar

Terutama di daerah yang padat penduduk yang notabene selain dijadikan sebagai hunian juga dipenuhi dengan gedung perkantoran, perbelanjaan, dan sarana hiburan. Tak heran jika harga jual tanah di kota besar merangkak naik seiring dengan berjalannya waktu.

Meledaknya jumlah penduduk di Indonesia dan negara berkembang lainnya memang secara tidak langsung menciptakan tatanan kehidupan sosial yang sebagian besar diperankan oleh kalangan menengah ke bawah. Dimana dengan pendapatan perkapita yang rendah mereka diharuskan bisa bertahan hidup.

Menilik realita di atas, prosesi jual tanah di kota besar pun tak semudah yang dibayangkan. Anda harus melalui serangkaian prosedur demi bisa menjadi pemilik yang sah. Hal inilah yang terkadang memakan waktu hingga berhari-hari lamanya. Namun dengan panduan yang telah Anda kuasai dari sejumlah referensi dan bantuan petugas setempat, tanah yang rencananya Anda beli akan terhindar dari percaloan atau ulah oknum yang nakal.

Nah, bagi Anda yang memiliki planning untuk membeli tanah, berikut sederet kriteria yang mesti Anda lunasi.

1. Lokasi

Jika Anda bermaksud mendirikan tempat tinggal di atasnya, maka pertimbangkan lagi dengan jarak antara rumah dengan area Anda bekerja. Sebisa mungkin usahakan Anda tidak memerlukan waktu tempuh yang menguras tenaga. Di samping boros untuk transport, Anda pun berpotensi mengalami kelelahan.

Lain halnya jika keduanya berdekatan. Anda punya waktu yang efisien dan mudah dalam melancarkan aktivitas keseharian.

Apabila Anda berkeinginan membuka toko, rumah makan, atau dijadikan kawasan berdagang. Cobalah temui agen jual tanah di kota besar yang strategis.

2. Harga

Inilah patokan kedua yang harus anda pikirkan. Harga tanah di kota besar tidaklah murah. Terlebih jika dekat dengan daerah pusat kegiatan, Anda harus menyiapkan budget yang tidak sedikit. Sedangkan bagi Anda yang berniat untuk menjualnya, mengikuti berita seputar harga tanah per meternya melalui internet atau sumber akurat bisa menjadi acuan.

Banderol ini juga didasarkan pada kualitas dan bangunan yang ada di sekitarnya.

3. Informasi yang detail

Jual tanah di kota besar selain rawan penipuan juga resikonya tinggi. Maka ada baiknya jika Anda melakukan konsultasi dengan calon pembeli atau pemiliknya. Lewat komunikasi ini tentu akan didapat jalan tengah dan kemauan yang diharapkan cocok untuk keduanya. Jangan sampai terjebak perangkap orang tidak bertanggung jawab. Alih-alih ingin menambah aset di masa depan, kerugian justru menghampiri Anda.

4. Status kepemilikan

Periksa sertifikat serta berkas lain berkaitan dengan tanah yang akan anda bayar. Sebelum ada perjanjian hitam di atas putih. sebab bukan tidak mungkin sertifikasi sengaja dipalsukan. Baca dengan jeli, sehingga Anda memahami dengan betul apa-apa yang tertera di dalamnya. Jika Anda berniat untuk mengubah kepemilikan, maka Anda pun harus menyiapan dokumen yang diperlukan untuk kemudian di bawa ke petugas pembuat akta dan Badan Pertanahan Nasional.

Jual tanah di kota besar juga harus ditilik dari struktur tanahnya. Hindari tanah yang labil, rawan banjir, longsor, dan semacamnya. Selain dirugikan secara materi, kenyamanan Anda pun akan terusik.

Harga tanah yang ada disebelah stasiun, pintu tol, atau sarana hiburan tentu berbeda dengan yang letaknya agak di pedalaman. Mengingat penentuan harga lahan yang cenderung ribet, penjual pun rela menyewa jasa apprasier untuk membuat taksiran harga.

Di lansir dari situs Rumahku.com, berikut adalah harga tanah di Jakarta per meternya dari masing-masing regional sepanjang akhir 2014 sampai hingga sekarang.

1. Jakarta Barat

Tanah di perumahan elite masih terbilang tinggi. Tarif yang disuguhkan pun bervariasi. Untuk daerah Kaml, Srengseng, Meruya Utara, Semanan, dan Kalideres berada di kisaran Rp 6 juta hingga 8 juta.

2. Jakarta Pusat

Melemahnya sektor properti dan kurs rupiah terhadap dolar AS nampaknya berimbas pada jual tanah di kota besar Jakarta. Khusus di Jakpus yang tergolong tinggi. akibatnya, jarang sekali transaksi yang terjadi di sini, terkecuali di Menteng dengan harga Rp 55 juta per meter.

3. Jakarta Selatan

Cipete tercatat sebagai peraih ranking dengan jual beli tertinggi yakni dengan angka Rp 21,6 juta setiap meternya. Adapun wilayah lain yang menjadi incaran adalah Jagakarsa, Pejaten Barat, Kebayoran Baru, dan Bintaro.

4. Jakarta Utara

Ini juga menjadi sasaran selain Jakpus dan Cipete, bangunan elite yang sengaja didirikan ini menjadi pemicunya. Misal Kelapa Gading, yang belum juga tergeser meski langganan banjir.

Demikian sekilas info jual tanah di kota besar. Semoga menginspirasi.